
Kawal Pembentukan Pengurus Baru, PKB Sidoarjo Terjunkan 9 Anggota TPPK di Tiap Kecamatan
SIDOARJO – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo resmi membentuk Tim Pendamping Pembentukan Kepengurusan (TPPK) guna mengawal proses Musyawarah Anak Cabang (Musancab) tingkat DPAC masa bakti 2026-2031. Konsolidasi partai ini tidak hanya berfokus pada kelancaran agenda struktural, tetapi juga menjadi momentum penguatan ideologi dan spiritual kader menyambut wajah baru PKB.
Penyampaian Surat Keputusan (SK) TPPK ini dibacakan langsung oleh Sekretaris DPC PKB Sidoarjo, Ibnu Azhar Firdaus, dalam forum pertemuan yang dihadiri oleh jajaran Mustasyar, Dewan Syuro, Dewan Tanfidz DPC, hingga pimpinan DPAC se-Kabupaten Sidoarjo.
Atas mandat dari DPW PKB Jawa Timur, sebanyak sembilan orang ditunjuk sebagai anggota TPPK yang dikoordinatori oleh H. Ahmad Muzayyin. Tim ini akan bergerak cepat mendampingi pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPC PKB Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pengurus di tingkat kecamatan agar bersinergi penuh dengan tim yang telah ditunjuk. Meski tengah dalam kondisi suara yang serak, Rizza tetap hadir untuk memastikan kesiapan mesin partai.
“Tim TPPK berjumlah sembilan orang ini sudah kita tunjuk. Kami memohon kerja samanya, dan teman-teman DPAC harap segera meneruskan instruksi ini. Mohon benar-benar dimaksimalkan karena waktu yang sudah ditentukan oleh DPW (Jawa Timur) adalah tanggal 1 sampai 30 Agustus,” ujar Rizza Ali Faizin dalam sambutannya.
Rizza juga menambahkan bahwa hal-hal teknis akan dikoordinasikan langsung oleh Koordinator TPPK agar seluruh tahapan operasional dan administratif yang digariskan oleh DPW PKB Jawa Timur dapat dieksekusi dengan sukses.
Selain membahas kesiapan manajerial Musancab, forum ini juga diisi dengan pengarahan filosofis dari tokoh ulama sekaligus Ketua Dewan Syuro DPC PKB Sidoarjo, Romo K.H. Nur Cholis Misbah. Beliau menyoroti pentingnya kedisiplinan waktu sebagai tradisi baru organisasi serta perlunya kader memahami arah adaptasi partai ke depan.
Kiai Nur Cholis secara khusus menggaungkan rebranding PKB yang kini tampil lebih segar dengan warna hijau muda (hijau pupus) untuk merangkul Generasi Z, sekaligus memantapkan posisi PKB sebagai Partai yang benar-benar Hijau.
“Setiap anggota partai harus memahami ini. Di rumah masing-masing, khususnya para pimpinan tingkat cabang hingga ranting, harus ada penghijauan. Manfaatkan sudut-sudut tanah kosong untuk ditanami bibit cabai, terong, atau sayuran lainnya. Kalau kita tidak bisa bersedekah dengan uang, bersedekahlah dengan oksigen,” tutur Kiai Nur Cholis.
Menurut beliau, lingkungan yang ditumbuhi tanaman bukan sekadar asri, tetapi memancarkan energi positif rohaniah karena flora dan fauna di sekitarnya senantiasa bertasbih kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, Kiai Nur Cholis juga menjabarkan makna mendalam di balik logo kebanggaan PKB, yakni lebah atau tawon. Merujuk pada Al-Qur’an Surat An-Nahl, lebah adalah makhluk yang aktivitas hidupnya dibimbing langsung oleh ilham (wahyu) dari Tuhan, bukan sekadar insting maupun hawa nafsu.
“Ini adalah simbol bagi orang-orang yang hidupnya dibimbing oleh nilai ketuhanan dan spiritualitas. Apa yang dimakan lebah itu baik, apa yang dilakukan baik, dan apa yang dikeluarkan (madu) juga baik. Dengan simbol tawon ini, pimpinan partai ingin kita bukan sekadar kader yang militan dan loyal, tapi kader yang seluruh aktivitasnya dibimbing oleh nilai-nilai agama,” paparnya.
Acara konsolidasi yang berlangsung khidmat tersebut kemudian ditutup dengan sesi pembacaan doa. K.H. Nur Cholis Misbah memimpin pembacaan tawasul kepada Rasulullah SAW, para sahabat, Wali Songo, hingga para mursyid thariqah, yang kemudian dilanjutkan dengan ijazah pembacaan amalan Hizib Bahr guna memohon kelancaran dan perlindungan bagi perjuangan kebesaran Partai Kebangkitan Bangsa di masa mendatang.



