
Filosofi Tawon dan Hizib Bahr: Fondasi Lahir Batin PKB Sidoarjo Menuju Musancab
SIDOARJO – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab), rapat Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo berlangsung dengan suasana yang sangat menarik. Agenda konsolidasi ini menyoroti pentingnya penguatan fondasi spiritual kader sekaligus pemantapan strategi partai di tingkat kecamatan.
Dalam wawancaranya, K.H. Nur Cholis Misbah mengungkapkan bahwa terdapat pendekatan rohani yang kuat dalam rapat persiapan malam tersebut. Sepanjang keikutsertaannya di PKB, beliau menyatakan baru kali ini agenda iftitah (pembukaan) diawali dengan pembacaan Hizib Bahr.
“Satu hizib yang diwariskan oleh Syeikh Abil Hasan Asy-Syadzili, yang menjadi wirid rutin bagi pengikut Thariqah Syadziliyah,” jelas Kiai Nur Cholis. Beliau menaruh harapan besar agar amalan spiritual ini dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi pergerakan dan kemenangan Partai PKB ke depan.
Sebagai partai pemenang di Kabupaten Sidoarjo, PKB terus memanaskan mesin politiknya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan perolehan kursi. Kiai Nur Cholis menegaskan bahwa target besar tersebut disiapkan sejak dini melalui penataan struktur organisasi di akar rumput.
“Setelah terbentuknya DPC beberapa waktu yang lalu, secara teknis akan melakukan penataan di tingkat DPAC,” tegasnya.

Dengan kepengurusan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) yang terbentuk secara solid dan terstruktur, harapanya mesin politik tingkat kecamatan ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan suara PKB.
Lebih lanjut, Kiai Nur Cholis mengingatkan kembali fitrah PKB sebagai partai politik yang lahir dan menjadi “anak” dari Nahdlatul Ulama (NU). Saat ini, PKB di Sidoarjo telah menorehkan tradisi politik yang luar biasa, dengan posisi strategis yang berhasil diduduki oleh kader PKB.
Beliau mengajak seluruh kader untuk terus menjaga kemenangan tersebut sekaligus menjadikannya sebagai sarana pengabdian yang tulus.
“Kita ingin berbakti kepada Nahdlatul Ulama, bapak kita, dengan menjaga dan menyebarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” pungkasnya.


