
Serukan Soliditas, Ini Pesan Ra Badrut Tamam Jelang Penyegaran Pengurus PKB Sidoarjo
SIDOARJO – Menjelang agenda politik strategis di masa mendatang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo menerima arahan khusus terkait pentingnya menjaga soliditas dan kekompakan kader di seluruh tingkatan.
Arahan penting tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur, Ra Badrut Tamam, dalam kerangka persiapan penataan ulang pengurus di 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.
Berbekal evaluasi sejarah dinamika partai sejak Pemilu 1999 hingga 2024, Ra Badrut Tamam mengingatkan para kader bahwa capaian politik maupun jabatan struktural bukanlah tujuan akhir. Sebaliknya, jabatan adalah alat perjuangan utama partai untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Tujuan ujungnya adalah mengabdi, melayani, dan merubah kabupaten ini menjadi lebih baik. Maka tidak ada pilihan lain kecuali kita harus solid dan kompak. Tidak ada kebaikan dalam konflik,” tegas Ra Badrut Tamam di hadapan para pengurus dan kader PKB Sidoarjo.
Sebagai langkah konkret untuk memperkuat mesin partai, DPW PKB Jatim mendukung penuh langkah DPC PKB Sidoarjo yang segera membentuk tim khusus. Tim ini bertugas untuk mendalami dan menyusun ulang formasi kepengurusan di tingkat Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) hingga Dewan Pengurus Ranting.
Proses penyegaran organisasi ini dipastikan tidak sekadar bersifat administratif. Ra Badrut Tamam menjelaskan bahwa partai akan menerapkan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) secara komprehensif. PKB bahkan berencana menggandeng pihak universitas guna melakukan penilaian psikologis dan etos kerja untuk memastikan kesiapan mental para kader.
Beberapa prinsip utama dalam proses evaluasi dan penyegaran kepengurusan ini meliputi: Evaluasi Kelembagaan Detail: Penilaian mencakup rekam jejak kesehatan pengurus, temperamen, hingga tingkat kecintaan dan loyalitasnya kepada partai. Prinsip Tanpa ‘Membuang’ Kader: Seluruh kader akan tetap dirangkul dan diposisikan dalam formasi kerja sama sesuai dengan kapasitas masing-masing melalui semangat gotong royong. Pemantauan Indikator Kinerja (KPI): Kinerja jajaran ketua, sekretaris, dan bendahara yang baru akan dipantau secara berkala, objektif, dan terukur.
Proses penataan struktur DPAC se-Kabupaten Sidoarjo ini dijadwalkan rampung pada bulan September mendatang. Selanjutnya, susunan pengurus baru tersebut akan diresmikan melalui agenda pelantikan serentak se-Jawa Timur.
Di akhir pesannya, Ra Badrut Tamam mengingatkan bahwa Sidoarjo memiliki basis massa dan potensi kekuatan mesin politik yang sangat besar dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.
Dengan penerapan sistem evaluasi kepengurusan yang profesional dan mengedepankan prinsip organisasi yang rapi (Al-Haqqu bila nidhom), PKB optimis dapat menghilangkan potensi faksi internal dan memastikan konsolidasi berjalan maksimal demi meraih kemenangan pada Pemilu 2029.


