Fraksi PKB DPRD Sidoarjo Kunjungi Santri Korban Keracunan Makanan di RSUD R.T. Notopuro

SIDOARJO – Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sidoarjo melakukan kunjungan ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo untuk melihat kondisi santri dan santriwati Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam yang menjalani perawatan setelah mengalami keracunan makanan.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian Fraksi PKB terhadap kondisi para santri sekaligus memastikan penanganan terhadap korban berjalan dengan baik. Dalam kunjungan itu, Fraksi PKB juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program pemerintah.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo dari Fraksi PKB, Moch. Dhamroni Chudlori, menyayangkan kejadian tersebut. Ia berharap kasus keracunan yang dialami para santri dan santriwati menjadi kejadian pertama sekaligus terakhir.
“Saya berharap kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir. Saya menyayangkan sekali karena sebenarnya program pemerintah MBG ini tujuannya bagus. Tetapi barangkali karena memang ada kelalaian dari pihak penyedia, maka kami berharap agar lebih hati-hati lagi memperhatikan SOP bagi para penyedia MBG, agar hal seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Dhamroni.

Menurutnya, program MBG memiliki tujuan yang baik, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan anak-anak. Karena itu, pelaksanaan di lapangan harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak yang terlibat.
“Program MBG-nya bagus, tetapi pelaksanaan di lapangannya semua harus memperhatikan dan ikut bertanggung jawab. Jangan sampai tujuan pemerintah yang baik untuk mencerdaskan siswa justru terganggu karena adanya kelalaian dari penyedia MBG,” tegasnya.
Dhamroni menambahkan, standar operasional prosedur (SOP), kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan harus benar-benar diperhatikan. Menurutnya, aspek keamanan pangan tidak boleh diabaikan karena menyangkut kesehatan dan keselamatan penerima manfaat program MBG.
Sebagai langkah tindak lanjut, Komisi D DPRD Sidoarjo berencana mengundang pihak-pihak terkait untuk melakukan hearing. Pertemuan tersebut akan membahas penyebab kejadian serta langkah evaluasi dan pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Kami Komisi D insyaallah besok akan mengundang para pihak yang berkepentingan untuk kemudian kita lakukan hearing. Di sana nanti akan kita sampaikan apa saja penyebabnya dan langkah-langkah apa yang harus kita lakukan agar hal-hal semacam kemarin itu tidak terulang lagi di Sidoarjo,” jelas Dhamroni.
Fraksi PKB DPRD Sidoarjo menegaskan dukungannya terhadap program MBG sebagai program pemerintah yang memiliki tujuan positif. Namun, dukungan tersebut harus disertai dengan pengawasan dan pelaksanaan yang sesuai standar, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan persoalan kesehatan.
Fraksi PKB berharap seluruh santri dan santriwati yang masih menjalani perawatan segera pulih. Di sisi lain, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG juga diharapkan dapat menjadi langkah perbaikan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan bagi seluruh penerima manfaat di Kabupaten Sidoarjo.


