
Konsolidasi Total PKB Sidoarjo: Pendalaman Musyawarah DPAC Bangun Kepemimpinan Amanah dan Berorientasi Kemenangan
SIDOARJO — Dalam rangka memanaskan mesin partai dan memperkuat struktur di tingkat akar rumput, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan strategis bertajuk Pendalaman Musyawarah Anak Cabang (DPAC). Konsolidasi akbar ini dilangsungkan secara serentak di enam kecamatan pada Sabtu (18/7).
Mengusung visi besar “Membangun Kepemimpinan yang Amanah, Solid, dan Berorientasi pada Kemenangan”, agenda ini menjadi momentum kunci PKB Sidoarjo dalam menyongsong kontestasi politik mendatang dan memastikan kehadiran partai di tengah masyarakat.
Guna memastikan efektivitas pemetaan wilayah dan sinergi antar-pengurus, kegiatan pendalaman musyawarah ini dibagi menjadi tiga zona pelaksanaan yang strategis, yakni: Zona 1 (Kecamatan Waru): Mempertemukan jajaran pengurus dari DPAC Waru dan Gedangan. Zona 2 (Kecamatan Wonoayu): Menyatukan kekuatan basis massa dan militansi kader dari DPAC Wonoayu dan Krian. Zona 3 (Kecamatan Tanggulangin): Menjadi pusat konsolidasi pergerakan untuk DPAC Tanggulangin dan Jabon.
Koordinator Tim Pendamping Pembentukan Kepengurusan (TPPK) PKB Sidoarjo, Ahmad Muzayyin, yang turut mengawal jalannya konsolidasi menegaskan bahwa pembagian tiga zona ini merupakan langkah taktis partai.
“Pendalaman musyawarah di tiga zona ini didesain agar gerak mesin partai semakin terukur dan terarah. Kita sedang memastikan bahwa instruksi pemenangan dari DPC dapat diterjemahkan dengan baik oleh DPAC hingga ke tingkat ranting. Konsolidasi ini adalah sarana mematangkan taktik, mengukur kekuatan wilayah, dan memastikan seluruh kader berada dalam satu barisan komando yang solid untuk menjemput kemenangan,” ujar Ahmad Muzayyin di sela-sela kegiatan.
Sementara itu di Kecamatan Tanggulangin, dinamika musyawarah yang mengedepankan mufakat ini mendapat atensi penuh dari pimpinan partai. Ketua DPC PKB Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, menyampaikan instruksi tegas terkait arah gerak organisasi ke depan.
Menurutnya, forum ini bukan sekadar agenda struktural, melainkan wadah penyatuan tekad dan penajaman ideologi perjuangan PKB.
“Melalui diskusi yang konstruktif dan penuh semangat kebersamaan, peserta diajak untuk memahami pentingnya kepemimpinan yang amanah, solid, serta mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput,” tegas Rizza Ali Faizin.

Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh jajaran pengurus (DPAC) bahwa kemenangan PKB tidak bisa diraih dengan kerja-kerja individual.
“Pendalaman musyawarah ini juga menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan individu, melainkan oleh sinergi, loyalitas, dan kerja kolektif seluruh kader dalam mewujudkan visi dan misi partai,” imbuhnya.
Sebagai partai yang sangat mengedepankan kepentingan masyarakat, PKB Sidoarjo menargetkan output kepengurusan yang memiliki kepekaan sosial tinggi. Melalui tuntasnya pendalaman musyawarah di Waru, Gedangan, Wonoayu, Krian, Tanggulangin, dan Jabon ini, Rizza menaruh harapan besar pada pundak para pengurus di tingkat kecamatan.
“Melalui Pendalaman Musyawarah Anak Cabang (DPAC) PKB, diharapkan lahir kepemimpinan yang semakin kuat, berintegritas, dan mampu menjadi penggerak perubahan positif di tengah masyarakat,” papar Rizza.
“Semangat persatuan dan soliditas yang terbangun dalam forum ini menjadi modal utama untuk meraih kemenangan yang bermartabat, sekaligus memperkuat peran PKB sebagai partai yang senantiasa hadir, melayani, dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” pungkasnya.
Kini, dengan barisan yang semakin rapat dan terstruktur di enam kecamatan tersebut, PKB Sidoarjo menyatakan kesiapannya untuk bergerak secara Terstruktur, Sistematis, dan Masif demi mengunci kemenangan mutlak pada pemilu mendatang.


